Peristiwa Bulan Safar

Bulan Safar yaitu bulan kedua setelah Muharam dalam kalendar Islam (Hijriyah) yang berdasarkan tahun Qamariyah (perkiraan bulan mengelilingi bumi). Safar artinya kosong atau nol. Dinamakan Safar karena dalam bulan ini orang-orang Arab dulu sering meninggalkan rumah untuk menyerang musuh.

Telah menjadi kepercayaan keliru oleh sebagian umat bahwa Safar adalah bulan sial atau bulan bencana. Padahal, mitos Safar bulan sial ini sebenarnya sudah dibantah oleh Rasulullah Muhammad saw yang menyatakan bahwa bulan Safar bukanlah bulan sial.
Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah Saw bersabda, “Tidak ada penyakit menular (yang berlaku tanpa izin Allah), tidak ada buruk sangka pada sesuatu kejadian, tidak ada malang pada burung hantu, dan tidak ada bala (bencana) pada bulan Safar (seperti yang dipercayai).”
Rasulullah Saw juga bersabda: “Tidak ada wabah dan tidak ada keburukan binatang terbang dan tiada kesialan bulan Safar dan larilah (jauhkan diri) daripada penyakit kusta sebagaimana kamu melarikan diri dari seekor singa” (HR. Bukhari)
Dalam sejarah Islam, bulan shafar menempatkan peristiwa-peristiwa penting yang berkaitan dengan perkembangan Islam dari zaman Rasulullah hingga kejayaan dan keruntuhunnya.

Berikut 11 peristiwa penting di bulan Safar.

1. Pernikahan Rasulullah saw dengan Khadijah binti Khuwailid

Menurut beberapa sumber Rasulullah saw menikahi khadijah rha pada bulan Shafar. Menurut Sirah Nabawiyah yang ditulis oleh Syeikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri Rasulullah muda menikahi khadijah atas prakarsa Nafisah binti Munabbih. Mahar yang diberikan Rasulullah saw berupa unta 20 ekor dengan jarak usia lebih tua khadijah 15 tahun.

2. Peristiwa Perang Al-Abwa

Dalam Zaadul Maad Peristiwa ini terjadi pada bulan Shafar tahun ke 12 Hijrah. Perang Al Abwa disebut pula dengan Perang Waddaan. Pembawa panji perang saat itu Hamzah bin Abdul Muthalib. Ketika itu panji yang dibawa berwarna putih. Kepemimpinan kota Madinah sementara waktu diserahkan kepada Saad bin Ubadah. Perang ini Dilakukan khusus untuk menyergap kafilah Quraisy namun tidak membuahkan hasil.

Pada peristiwa ini Nabi berpesan kepada Makhsyi bin Amr adh-Dhamari, yang merupakan pemimpin Bani Dhamrah kala itu, untuk tidak saling berperang dan tidak membantu lawan. Perjanjian dibuat tertulis. Itu berlangsung selama lima belas malam.

3. Tragedi Ar Raji'

Pada tahun 3 H bulan Shafar datanglah kepada Nabi saw kaum dari Bani 'Adhal dan al-Qaaroh dan menyatakan bahwa mereka masuk Islam. Dalam Zaadul Maad dikisahkan Kedua kabilah itu meminta dikirim orang-orang yang dapat mengajarkan mereka tentang Islam dan membacakan kepada mereka al-Quran. Nabi saw mengutus kepada mereka enam orang. -Ibnu Ishaq dan al-Bukhari menyebutkan: sepuluh orang.- yang dipimpin oleh Mursyid bin Abi Mursyid al-Ghanawi, yang salah satunya Khabib bin Adi. Namun, ketika rombongan sampai pada suatu tempat bernama Ar Raji' dua kabilah tersebut berkhianat. Para utusan Islam dibantai dengan dibantu oleh kabilah Hudzail dan menawan Khabib bin Adi dan Zaid bin ad-Datsiah. Kemudian keduanya dijual di Mekkah. Mereka berdualah yang nantinya membunuh tetua kabilah Hudzail pada perang Badar.

4. Tragedi Bi'ir Ma'unah

Peristiwa Bi'ir Ma'unah terjadi pada bulan Shafar tahun 4 H selang beberapa saat setelah tragedi Ar Raji'. Diceritakan dalam Hayat Muhammad karya M Husain Haikal pada waktu itu Rasulullah saw menawarkan keIslaman kepada Abu Bara' Amr bin Malik. Namun Abu Bara'menolak dengan halus. Kemudian ia menawarkan kepada Rasulullah saw agar mengutus sahabatnya ke Najd untuk mengajak kaum Najd memeluk Islam. Atas jaminan dari Abu Bara' Rasulullah saw kemudian mengutus Al Mundhir bin Amr dari Bani Sa'idah beserta 40 sahabat pilihan menuju Najd.

Ketika sampai di Bi'ir Ma'unah Para utusan berhenti dan mengutus Haram bin Milhan membawa dari Rasulullah kepada Amir bin Thufail. Namun surat itu tidak dibaca Amr, bahkan Amr membunuh Haram bin Milhan. Kemudian Amir bin Thufail meminta bantuan kabilah Bani Amir yang akhirnya ditolaknya karena ada jaminan perlindungan (suaka) dari Abu Bara'. Amir Bin Thufail kemudian mengajak kabilah Bani Sulaim dan mendapat sambutan. Pecahlah pertempuran antara Amir dan sekutunya dengan utusan Rasululah, akhirnya semua utusan terbunuh kecuali Ka'ab bin Zaid bin an-Najjar walaupun terluka dan bergelimpangan bersama jasad-jasad lain. Dia hidup hingga gugur pada peristiwa perang Khandak.

Pada pertempuran ini terbunuh pula ketua utusan Mundzir bin Uqbah bin Aamir sedangkan Amr bin Amiah adh-Dhamari ditawan. Ketika tahu bahwa Amr dari kabilah Mudhar, Aamir memotong rambut dahinya (jambulnya) dan membebaskannya dengan jaminan yang ada pada Amiah.

Amr bin Amiahpun kembali ke Madinah. Ketika sampai di Qorqorah di Sodr Qonaah (nama tempat) dia berteduh di sebuah pohon. Pada saat yang sama datanglah dua orang dari Bani Kilaab turut berteduh bersamanya. Manakala kedua orang dari bani Kilaab tertidur, Amr membunuh keduanya. Amr merasa sedikit telah membalaskan apa yang telah dilakukan terhadap para sahabatnya. Tetapi ayalnya, ternyata kedua orang yang dibunuh itu telah memiliki perjanjian dengan Rasulullah saw, dan dia tidak menyadarinya. Ketika sampai di Madinah Amr mengabarkan apa yang terjadi kepada Rasulullah saw dan apa yang dia lakukan terhadap dua orang dari Bani Kilaab.

(Mendengar itu) Nabi pun bekata,

لَقَدْ قَتَلْت قَتِيلَيْنِ لَأُودِيَنَّهُمَا

"Sungguh engkau telah membunuh dua orang yang harus aku bayar diah (denda) pembunuhan keduanya".

5. Kemengan Perang Khaibar

Menurut Ibnu Qayim Al Jauziyah dalam Zaadul Maad Sesungguhnya keluarnya Rasulullah r ke Khaibar adalah di akhir bulan Muharram, bukan permulaannya. Fath (kemenangannya) adalah di bulan Shafar.

Perang Khaibar merupakan peperangan kaum muslimin dengan Yahudi di Khaibar karena bersekutu denga Raja Hiraklius. Kaum Muslimin menaklukkan sebuag benteng yang berlapis dengan membutuhkan waktu berhari-hari untuk mengepung dan menembus masuk ke bentng tersebut.

6. Peristiwa Pengepungan di Khats'am

Peristiwan ini jatuh pada bulan Shafar tahun 9 H. Ibnu Mas'ud berkata, "Mereka menceritakan:
Rasulullah saw mengutus Qutbah bin Aamir dengan dua puluh orang ke distrik dari wilayah Khast'am pinggiran Tabbaalah. Nabi memerintahkannya untuk mengepung tempat itu. Merekapun keluar dengan berbekal sepuluh onta. Mereka manawan seorang lelaki dan menginterogasinya. Tetapi bahasa orang itu tidak dapat dimengerti dan dia berteriak-teriak. Karena membahayakan merekapun memenggal lehernya. Ketika penduduk al-Hadiroh telah tertidur lelap, pengepunganpun dilakukan, sehingga terjadilah pertempuran yang sengit, banyak yang terluka dari kedua belah pihak. Qutbah bin Aamir memerangi siapa saja yang melawan. Ternak, wanita dan apapun yang bisa dibawa digiring ke Madinah. Dikisahkan bahwa lawan berkumpul untuk menyusul dan mengikuti jejak mereka, tetapi Allah swt mengirim banjir bandang yang mencegat mereka untuk bisa sampai kepada para sahabat dan apa yang mereka bawa. Kaum itu hanya bisa menatap hingga rombongan menghilang dari pandangan mereka, tidak dapat menyeberang (Zaadul Maad).

7. Masuk Islamnya Bani Udzrah

Bani Udzrah adalah salah satu bani yang mempunyai garis keturunan sampai kepada Qushai salah satu kakek Rasulullah saw. Pada waktu itu datang kepada Rasulullah utusan dari Udzroh pada bulan Shafar, tahun kesembilan sebanyak dua belas orang. Di antaranya Jumroh bin an-Nu'maan. Mereka menyatakan diri memeluk Islam. Rasulullah saw kemudian menceritakan kepada mereka akan datangnya kemenangan atas Syam dan diperanginya Hiraklius hingga akhir imperiumnya.

8. Pengangkatan Usamah Bin Zaid

Pada bulan safar Rasulullah mempersiapkan kaum muslimin untuk berperang. Pasukan kaum muslimin yang berjumlah 3000 ribu dan didalamnya terdapat banyak sahabat. Rasulullah memerintahkan untuk berangkat ke tanah al-Balqa yang berada di Syam, persisnya tempat gugur (syahidnya) Zaid bin Haritsah. Keesokan hari, 29 Safar tahun 11 H atau 24 Mei 632 Rasululllah memanggil Usamah bin Zaid supaya menghadap beliau. Setelah Usamah menghadap, Nabi mengangkatnya menjadi panglima perang untuk memimpin pasukan yang akan diberangkatkan itu.

Nabi bersabda, “Pergilah kamu ke tempat terbunuhnya bapakmu, injaklah mereka dengan kuda. Aku menyerahkan pimpinan ini kepadamu, maka perangilah penduduk Ubna pada pagi hari dan bakarlah (hancur binasakanlah) mereka. Cepatlah kamu berangkat, sebelum berita ini terdengar oleh mereka. Jika Allah memberi kemenangan kepadamu atas mereka, janganlah kamu berlama-lama bersama mereka. Bawalah bersamamu petunjuk-petunjuk jalan dan dahulukanlah mata-matamu.”

Usamah Bin Zaid adalah sahabat Rasulullah saw yang masih belia usianya. Dikatakan belia karena usia Usamah ketiak diangkat menjadi panglima perang belum mencapai 20 tahun. Usamah diangkat menjadi panglima perang sudah dalam kondisi menikah dan siap perang.

9. Penaklukan Persia

Peristiwa ini terjadi pada masa kekhalifahan Umar bin Khatab pada tanggal 14 Safar 16 H atau 17 Maret 637 M. Kaum muslimin dibawah pimpinan Saad bin Abi Waqash memperoleh kemenangan atas Persia. Sebelumnya kaum muslimin berperang hebat di qadisiyah (masuk negara Irak) serta menduduki istananya. Saad Bin waqash sebelumnya sempat mengalami luka pedang cukup parah akibat pertempuran. Namun pertempuran berhasil dimenangkan kaum muslimin.

10. Jatuhnya kota Baghdad ke tangan Hulakhu Khan

Kota Baghdad yang pada masa itu menjadi pusat pemerintahan Daulah Bani Abasiyah sungguh kehilangan daya. Pada tanggal 9 safar tahun 565 H/ 14 februari 1258 M, tentara Mongol yang berkekuatan sekitar 200.000 orang tiba di salah satu pintu Baghdad. Khalifah Al-Mu'tashim, penguasa terakhir Bani Abbasiyah di Baghdad betul-betul tidak berdaya dan tidak mampu membendung tentara Hulughu Khan.Tentara tar tar ini membantai serta menghancurkan seluruh isi kota Baghdad termasuk produk Ilmu pengetahuan. Jatuhnya kota Baghdad yang menandakan runtuhnya Daulah Bani Umayah disebabkan oleh pengkhiantan yang dilakukan oleh al-wazir Umayyiduddien Muhammad bin al-Alqami ar-tafidhi seorang Syiah Rafidhah.

11. Meninggalnya Pembebas Jerusalem Shalahuddin Al Ayyubi

Pada tanggal 27 Safar 859 atau 15 Februari 1455 Sholahuddin menghembuskan nafas terakhir di damaskus. Para pengurus jenazah terkaget-kaget karena Sholahuddin tidak memiliki harta. Ia hanya memiliki kain kafan dan uang senilai 66 dirham nasirian (mata uang suriah pada waktu itu). Menjelang wafatnya beliau menyampaikan pesan yang luar biasa "Jangan Tumpahkan Darah, Sebab darah yang terpecik tak akan pernah tidur". Beliau meninggalkan penasihat yang merupakan ulama terkenal yakni Ibnu Qudamah, Ibnu Az-Zaki Asy-Syafi'i, dan Ibnu Naja' al-Qadiri al Hambali.

Niat Sholat Jum'at Tulisan Arab dan Latin yang benar.

Niat Sholat Jum'at Tulisan Arab dan Latin yang benar-malam ini adalah malam kamis,dimana hati sangat merindukan sekali akan hari jum'at, entah kenapa jikalau sudah hari jum'at hati yang tadinya galau seakan-akan kegalauan ini sirna tak berbekas, yang ada hanyalah kebahagiaan,saya sangat yakin karena janji Alloh bahwa hari jum'at adalah rajanya hari. Untuk itu saya ber-inisiatif untuk memposting tentang niat sholat jum'at dan semoga postingan ini akan menghasilkan manfaat bagi siapa saja yang akan melaksanakan Sholat Jum'at.


Begini bacaan niat shalat jumat untuk ma'mum, dalam tulisan dan bahasa Arab :

اُصَلِّيْ فَرْضَ الجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً مَاْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى

Ushollii fardlol jum'ati rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an ma-muuman lillaahi ta'aala.

Artinya : Aku niat melakukan shalat jum'at 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, menjadi mamum, karena Allah ta'ala.

Sedangkan bacaan niat shalat jumat untuk imam adalah :

اُصَلِّيْ فَرْضَ الجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً امَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli fardlol jum'ati rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillaahi ta'aala.

Artinya : Aku niat melakukan shalat jum'at 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, menjadi mamum, karena Allah ta'ala.


Itulah tadi Bacaan niat Sholat Jum'at, Semoga bermanfaat.

Mungkin anda ingin membaca :
Niat Sholat Tahajud
Niat Sholat Duha

Tata Cara Dan Niat Berwudhu

Tata Cara Dan Niat Berwudhu -wudhu merupakan salah satu syarat bagi syahnya ibadah sholat.Tidak syah sholat jikalau tidak suci dari hadast, baik hadas kecil maupun hadast besar.Dan wudhu tidak akan syah jikalau tanpa berniat. Jadi artikel kali ini saya akan membahas tentang Niat Berwudhu supaya ibadah kita menjadi syah dan tidak sia sia.

Penting sekali manusia memperhatikan wudunya, karna percuma saja cape cape melaksanakan ibadah sholat tapi wudhunya tidak syah sungguh perbuatan yang tidak ada gunanya, dan Alloh tidak akan menerima orang yang sholat jikalau orang tersebut ada dalam keadaan tidak suci dari hadast.


Berwudhu ini adalah wajib dilaksanakan. setiap orang muslim baik laki-laki maupun perempuan yangakan mengerjakan sholat, karena wudhu ini adalah merupakan syarat sahnya shalat. Disamping wudhu, kita juga perlu memperhatikan hal-hal yang wajib dalam wudhu, sunnah-sunnah dalam wudhu, hal-hal yang makruh dalam wudhu dan hal-hal yang membatalkan wudhu.bagaimana tata cara wudhu, apa saja bacaan atau doa sebelum wudhu dan doa sesudah wudhu.

Berikut ini adalah ulasan singkat tentang tata cara wudhu berserta doa berwudhu baik sebelum dan doa sesudah wudhu. Adapun tata cara dan urutan mengerjakan wudhu adalah sebagai berikut :

 Membacakalimat :
1. basmallah yaitu Bismillahirrohmanirrohim sambil mencuci kedua belah tangan sampai dengan pergelangan tangan hingga bersih. 
2.berkumur-kumur tiga kali sambil membersihkan gigi.
3. mencuci lubang hidung tiga kali Setelah mencuci lubang hidung, 
4.mencuci muka tiga kali mulai dari tempat dimana tumbuhnya rambut kepala hingga bawah dagu dan dari telinga kanan ke telinga kiri sambil membaca doa niat wudhu yaitu sebagaiberikut :

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺍﻟْﻮُﺿُﻮْﺀَ ﻟِﺮَﻓْﻌِﻞْ ﺍﻟْﺤَﺪَﺙِ ﺍﻟْﺎَﺻْﻐَﺮِ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟِﻠَّﻪِ ﺗَﻌَﺎ ﻟَﻰ

Nawaitul wudluu-a liraf’il hadatsil ashghari fardlan lillaahi ta’aala.

Artinya : Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah.

5. mencuci kedua belah tangan hingga sampai pada siku-siku tangan dalam tiga kali.
6. menyapu sebagian rambut kepala tiga kali.
7. menyapu kedua belah telinga tiga kali.Dan
8. mencuci kedua belah kaki tiga kali dari/sampai mata kaki.

Itulah rangkaian urutan cara wudhu.Dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaan urutan tata cara wudhu diatas, wajib dikerjakan dengan berturut-turut yang artinya yang harus dahulu maka didahulukan dan yang harus akhir maka di akhirkan seperti urutan tata cara wudhu di atas]

Berikut ini adalah gambar-gambar ilustrasi tata cara wudhu yang sudahruntut/berurutan.




Setelah urutan tata cara di atas selesai, maka di akhiri dengan membaca bacaan doa setelah wudhu yaitu sebagai berikut :

ﺍَﺷْﻬَﺪُ ﺍَﻥْ ﻟَﺎﺍِﻟﻪ ﺍﻟّﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺣﺪﻩ ﻻﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ ﻭﺍﺷﻬﺪ ﺍﻥ ﻣﺤﻤّﺪ ﻋﺒﺪﻩ ﻭﺭﺳﻮﻝ . ﺍﻟﻠّﻬﻢّ ﺍﺟﻌﻠﻨﻰ ﻣﻦ ﺍﻟﺘّﻮّﺍﺑﻴﻦ ﻭﺍﺟﻌﻠﻨﻰ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺘﻄﻬّﺮﻳﻦ ﻭﺍﺟﻌﻠﻨﻰ ﻣﻦ ﻋﺒﺎﺩﻙ ﺍﻟﺼّﺎﻟﺤﻴﻦ

Niat Puasa Asyuro bulan Muharram

Niat Puasa Asyuro bulan Muharram-Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Islam hijriah. Dalam bulan ini ada juga hari-hari yang disunnahkan puasa. Yang paling terkenal adalah puasa Tasu'a dan 'Asyura yang masing-masing dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

DALIL DASAR HUKUM PUASA MUHARRAM

- Bulan Muharram termasuk salah satu dari bulan yang 4 (empat) yang disebut dalam Surah: At-Taubah, Ayat: 36:

فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

Artinya: Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.

- Hadits shohih riwayat Muslim

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
Artinya: Puasa yang paling utama sesudah puasa Ramadhan adalah puasa pada Syahrullah (bulan Allah) Muharram. Sedangkan sholat malam merupakan sholat yang paling utama sesudah sholat fardhu.

- Hadits shohih riwayat Muslim. Nabi menganjurkan untuk puasa 'Asyura:

وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
Artinya: Puasa hari ‘Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang telah lalu.

- Hadits shohih riwayat Bukhori Muslim (muttafaq 'alaih) dari Ibnu Abbas tentang sunnahnya puasa hari 'Asyura (hari ke-10) bulan Muharram:

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلَّا هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ

Artinya: Aku tidak penah melihat Nabi Shollallaahu ‘Alaihi Wa Sallam bersemangat puasa pada suatu hari yang lebih beliau utamakan atas selainnya, kecuali pada hari ini, yaitu hari ‘Asyura dan pada satu bulan ini, yakni bulan Ramadhan.

- Hadits shohih riwayat Bukhori dari Ibnu Abbas.

قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ فَرَأَى الْيَهُودَ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَقَالَ مَا هَذَا ؟ قَالُوا : هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ ، هَذَا يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ فَصَامَهُ مُوسَى، قَالَ فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

Artinya: Apabila Rosulullah Shollallahu 'Alaihi Wa Sallam tiba di Madinah maka beliau S.A.W, telah melihat orang yahudi berpuasa pada hari kesepuluh (Muharram) maka beliau S.A.W, bertanya: Apakah ini?. Maka jawab mereka : Ini merupakan hari yang baik, dimana pada hari inilah Allah SWT menyelamatkan bani Israil daripada musuh mereka, maka nabi Musa A.S, berpuasa pada hari ini. Maka sabda beliau S.A.W: Maka aku lebih layak dengan nabi Musa A.S, daripada kamu maka beliau S.A.W, berpuasa pada hari ini. Dan beliau S.A.W, menyuruh untuk berpuasa pada hari ini

- Hadits shohih riwayat Muslim.

ثَلَاثٌ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ ، فَهَذَا صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ ، صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ ، وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ ، وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya: Puasa 3 dari setiap bulan sejak dari Ramadhan ke Ramadhan berikutnya dianggap berpuasa setahun penuh. Sedangkan puasa hari Arafah pahalanya di sisi Allah akan menghapuskan dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya. Adapun puasa hari 'Asyura, pahalanya di sisi Allah dapat menghapuskan dosa setahun sebelumnya.

- Hadits shohih riwayat Tirmidzi tentang sunnahnya puasa 'Asyura dari Ibnu Abbas:

أمر رسول الله صلى الله عليه وسلم بصوم عاشوراء يوم العاشر

Artinya: Rosulullah Shollallahu 'Alaihi Wa Sallam menyuruh berpuasa 'Asyura pada hari ke-10 (bulan Muharram).

- Hadits shohih riwayat Muslim tentang sunnahnya puasa Tasu'a (hari ke-9) pada bulan Muharram.
Nabi S.A.W, bersabda: لَئِنْ عِشْتُ إلَى قَابِلٍ لاَصُومَنَّ التَّاسِعَ
Artinya: Jika saya masih hidup di tahun depan, pasti akan berpuasa pada hari kesembilan.

HUKUM PUASA BULAN MUHARRAM

Dari dalil-dalil Qur'an dan Hadits di atas, maka ulama mengambil kesimpulan, bahwa berpuasa pada bulan Muharram adalah sunnah: mendapat pahala apabila melakukan, dan tidak berdosa apabila tidak melaksanakannya.

HUKUM PUASA TASU'A (HARI KE-9) MUHARRAM

Berpuasa pada hari Tasu'a atau hari ke-9 (sembilan) bulan Muharram juga sunnah berdasarkan keumuman hadits sunnahnya berpuasa bulan Muharram. Menurut Imam Nawawi itu bertujuan untuk membedakan diri seorang muslim dengan umat Yahudi yang hanya berpuasa pada hari 'Asyura saja.

HUKUM PUASA 'ASYURA (HARI KE-10) MUHARRAM

'Asyura adalah hari ke-10 pada bulan Muharram. Ini berdasar pada pendapat At-Taibi dalam Tuhfadzul Ahwadzi (III/379), dan pendapat Az-Zain bin Al-Munir dalam Tuhfadzul Ahwadzi (III/383) yang mengatakan:

الأكثر على أن عاشوراء هو اليوم العاشر من شهر الله المحرم وهو مقتضى الاشتقاق والتسمية

Imam Nawawi dalam Syarah Muslim (VIII/12) mengatakan:

وذهب جمهور العلماء من السلف والخلف إلى أن عاشوراء هو اليوم العاشر من المحرم ... وهذا ظاهر الأحاديث ومقتضى اللفظ

Berpuasa pada tanggal 10 bulan Muharram yang umum disebut dengan puasa 'Asyura (Asyuro) memiliki kesunnahan yang lebih, dibanding hari-hari yang lain, karena disebut secara khusus oleh Rosulullah S.A.W, dalam salah satu hadits yang dikutip di atas.

BACAAN NIAT PUASA MUHARRAM

Niat puasa pada bulan Muharram sama dengan niat puasa sunnah yang lain, dengan perbedaan menyebut nama Muharram, atau Tasu'a dan 'Asyura pada masing-masing puasa tersebut. Lebih jelasnya yaitu:

NIAT PUASA HARI TASU'A (HARI KE-9)

Teks Arab: نويت الصوم في يوم تاسوعاء سنة لله تعالي
Teks latin: Nawaitus Shouma fii yaumi Tasu'a sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: Saya niat puasa pada hari Tasu'a karena Allah Ta'ala.

NIAT PUASA HARI 'ASYURA (HARI KE-10)

Teks Arab: نويت الصوم في يوم عاشوراء سنة لله تعالي
Teks latin: Nawaitus Shouma fii yaumi 'Asyuro sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat puasa pada hari 'Asyuro karena Allah Ta'ala.

NIAT PUASA BULAN MUHARRAM (SELAIN KEDUA HARI DI ATAS)

Teks Arab: نويت الصوم في شهر محرم سنة لله تعالي
Teks latin: Nawaitus Shouma fii syahri Muharrom sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat puasa pada bulan Muharrom karena Allah Ta'ala.

WAKTU NIAT PUASA MUHARRAM

Karena puasa pada bulan Muharram adalah puasa sunnah, maka waktu niatnya dapat dilakukan pada malam hari sampai siang hari sebelum tergelincirnya matahari (sebelum waktu Zhuhur).

BEBERAPA HADITS TENTANG ANAK YATIM

- Hadits riwayat Ahmad dengan sanad shohih:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلاً شَكَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَسْوَةَ قَلْبِهِ فَقَالَ امْسَحْ رَأْسَ الْيَتِيمِ وَأَطْعِمْ الْمِسْكِي .

Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa ada seorang laki-laki yang mengadukan kekerasan hatinya kepada Rosulullah S.A.W, maka beliau bersabda: "Usaplah kepala anak yatim dan berilah makan orang miskin."

- Hadits riwayat Ahmad.

مَنْ مَسَحَ رَأْسَ يَتِيمٍ لَمْ يَمْسَحْهُ إِلا لِلَّهِ , كَانَتْ لَهُ بِكُلِّ شَعَرَةٍ مَرَّتْ عَلَيْهَا يَدُهُ حَسَنَاتٍ ، وَمَنْ أَحْسَنَ إِلَى يَتِيمٍ أَوْ يَتِيمَةٍ كُنْتُ أَنَا وَهُوَ كَهَاتَيْنِ " . وَقَرَنَ بَيْنَ إِصْبَعَيْهِ .

Artinya: Siapa yang mengusap kepala anak yatim karena Allah, maka ia akan mendapatkan kebaikan beberapa kali lipat dari setiap rambut anak yatim yang disentuh. Barang siapa yang berbuat baik pada anak yatim atau yatimah (perempuan) maka aku dan dia akan seperti ini (nabi mensejajarkan kedua jarinya).

- Hadits shohih riwayat Bukhori

وَأَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا.

Artinya: Aku dan pemelihara anak yatim, di surga seperti ini. Lalu beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah, dan merenggangkan diantara keduanya sedikit.
demikia tentang niat puasa asyuro semoga bermanfaat.

Petunjuk Shalat Istikharah

Petunjuk Shalat Istikharah-Ada yang beranggapan bahwa istikharah itu harus dilakukan dalam keadaan hati kosong dari pilihan-pilihan. Sebelum istikharah dilakukan, kecenderungan hati dan pikiran harus dikosongkan. Jika selama ini sudah ada kecenderungan pada sebuah pilihan, maka pilihan itu kemudian dianulir. Setelah hati kosong dari pilihan maka shalat istikharah baru dikerjakan. Jawaban atas istikharah dipercayai akan muncul sebagai kecenderungan hati pada sebuah pilihan nantinya. Karenanya, ada yang istikharah berkali-kali bahkan sampai 7 kali.

Segera seusai menunaiikan shalat istikharah, biasanya orang langsung akan sensitif dengan keadaan dan peristiwa di sekitarnya. Sebuah kisah menyebutkan bahwa ketika dia sedang menunggu jawaban istikharah, tiba-tiba ia merasa yakin bahwa apa yang disampaikan oleh khatib jumat merupakan pertanda jawaban istikharahnya. Kisah yang lain menyebutkan bahwa jawaban istikharahnya adalah kemantapan hatinya pada suatu pilihan. Pada kisah lainnya, orang sangat meyakini bahwa mimpi yang ia alami (ada yang mimpi buruk dan ada yang mimpi baik) merupakan jawaban istikharahnya.

Pertanyaan terhadap seluruh kisah tersebut, mengapa kita bisa yakin bahwa itu merupakan jawaban Allah? Apa indikatornya bahwa itu merupakan jawaban Allah?

Rentang waktu jawaban istikharah akan hadir juga beragam kisahnya. Ada yang sejak awal sudah yakin bahwa jawaban istikharah akan hadir dalam 3 hari atau 7 hari. Ada yang tidak mematok berapa hari tetapi menunggu berarapun harinya sampai ia mantap hatinya.

Kepada yang sudah mematok jumlah hari, patut untuk diberi pertanyaan, mengapa begitu yakin Allah akan menurunkan jawaban istikharah dalam jumlah hari tersebut? Jika yakin dalam 7 hari, kenapa tidak yakin 10 atau 11 hari?

Dan ada banyak ragam kisah dan pengalaman yang ditulis orang tentang istikharahnya masing-masing.

Kesimpulan umum yang saya dapat adalah banyak yang beranggapan bahwa beristikharah adalah meminta jawaban YA/TIDAK atas suatu perkara atau meminta dipilihkan begitu saja oleh Allah. Seolah-olah, kita hanya perlu memejamkan mata, mengosongkan hati/pikiran, lalu shalat istikharah dan Allah akan menurunkan jawabnnya buat kita.

Bagi yang beristikharah untuk meminta jawaban YA/TIDAK, misalnya ada seorang pemuda datang melamar, kemudian seorang akhwat beristikharah apakah lamaran pemuda tersebut diterima atau tidak, dapat digolongkan sebagai orang yang tidak menggunakan akalnya. Silakan baca sirah Nabi dan sahabat, adakah kisah semacam itu, kisah dimana sebuah keputusan dilakukan dengan menunggu jawaban istikaharah semata? Karena istikharah bukan hanya untuk pernikahan, melainkan untuk seluruh perkara dalam hidup kita, jika setiap kali mau melakukan sebuah perkara dalam hidup selalu didahului dengan istikharah model semacam itu, maka hidup orang tersebut seperti layaknya orang selalu mengundi nasibnya. Ia akan selalu berada dalam kebimbangan karena akalnya tidak digunakan. Dalam matematika atau fisika, hidup model semacam ini dapat dipandang sebagai JALAN ACAK (random walk) atau JALANNYA PARA PEMABUK (drunkard’s walk), sebab kita benar-benar tidak bisa memprediksi kemana kita akan melangkah. Persis seperti orang mabuk yang jalannya limbung, sesekali ke kanan dan sesekali ke kiri.

Cara beristikharah yang semacam itu juga mendekati pemahaman jabariyah, dimana kita hanya bisa pasrah terhadap keadaan kita dan seolah kita tak punya kuasa untuk menentukan hidup kita akan ke mana. Wallahu Ta’ala a’lam.

Bagi yang beristikharah dan meyakini jawaban istikharah akan muncul dalam bentuk kemantapan hati, patut kita ajukan pertanyaan, darimana kita yakin bahwa bisikan hati itu merupakan bisikan dari Allah? Apa indikatornya bisikan jawaban tersebut berasal dari Allah? Sungguh bisikan dalam hati, hanya ada 2 kemungkinan, yaitu bisikan dari Allah atau bisikan dari syaitan. Bagaimana cara kita membedakannya? Apakah setelah kita shalat istikaharah maka seluruh bisikan di hati otomatis merupakan bisikan dari Allah?
Bagi yang beristikharah dengan menentukan bahwa jawaban Allah akan turun dalam waktu tertentu (misal 3 atau 7 hari), patut kita ajukan pertanyaan, atas kuasa apa kita memaksa Allah untuk menurunkan jawabannya dalam sekian hari?

Banyak sekali kisah yang bertebaran di sekitar kita memiliki cara pandang bahwa shalat istikharah adalah seperti yang sudah diungkap di muka. Untuk itulah risalah ini saya himpun setelah saya melakukan penelusuran intensif selama kurang lebih 1 bulan. Dari banyak artikel dan kisah yang saya dapati di internet, kebanyakan tidak mendasarkan pada dalil shahihah dan atas pertimbangan rasional semata. Artikel-artikel yang ada kemudian saya timbang dengan melihatnya apakah bersandar pada dalil atau tidak. Dan risalah inilah hasilnya.

Beberapa butir penting dari risalah ini saya susun dalam catatan pengantar ini.

Istikharah adalah memohon kepada Allah manakah yang terbaik dari urusan yang mesti dipilih salah satunya.

Doa shalat Istikharah: “Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (sebut nama urusan tersebut) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih”

Ya Allah, sesungguhnya aku beristikhoroh pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak. Engkaulah yang mengetahui perkara yang ghoib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini (sebut urusan tersebut) baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku (baik bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, takdirkanlah yang terbaik bagiku di mana pun itu sehingga aku pun ridho dengannya.”

Istikhoroh dilakukan bukan dalam kondisi ragu-ragu dalam satu perkara karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian bertekad untuk melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua raka’at selain shalat fardhu”.

Keadaan ragu-ragu adalah keadaan di mana kita tidak memiliki satu pilihan apapun terhadap suatu perkara. Oleh karena itu, jika ada beberapa pilihan, hendaklah dipilih, lalu lakukanlah istikhoroh. Setelah istikhoroh, lakukanlah sesuai yang dipilih tadi. Jika memang pilihan itu baik, maka pasti Allah mudahkan. Jika itu jelek, maka nanti akan dipersulit

Seusai shalat Istikharah tidak perlu menunggu mimpi atau bisikan dalam hati. Yang jadi pilihan dan sudah jadi tekad untuk dilakukan, maka itulah yang dilakukan. Terserah apa yang ia pilih tadi, mantap bagi hatinya atau pun tidak, maka itulah yang ia lakukan karena tidak dipersyaratkan dalam hadits bahwa ia harus mantap dalam hati.

Tata cara shalat Istikharah: Memilih salah satu diantara pilihan-pilihan yang ada, shalat 2 rakaat, doa, kemudian lakukan pilihan di awal tadi.

Istikharah dilakukan untuk segala urusan baik penting maupun sepele kecuali sesuatu yang wajib atau haram hukumnya.

Kebanyakan orang memahami bahwa mesti muncul perasaan lapang dada untuk melakukan apa yang kita inginkan, setelah dilaksanakannya istikharah. Ini tidak ada dalilnya. Karena istikharah pada dasarnya adalah ‘memasrahkan’ urusan kepada Allah, termasuk ketika seseorang kurang senang dengan urusan tersebut (sepanjang ia sudah menetapkannya sebagai pilihan).

Sebagian orang juga mengatakan bahwa berhasilnya istikharah adalah jika muncul perasaan ‘plong’ (yang diartikan persetujuan dari Allah) atau perasaan ‘mengganjal’ (yang diartikan ketidaksetujuan Allah). Ini juga tidak benar, maksudnya tidak harus.

Dengan istikharah Allah akan memudahkan dan menyampaikan seseorang pada pilihannya (jika Allah memandang pilihan tersebut baik baginya) atau Allah memalingkan dan menjauhkan seseorang dari pilihannya (jika Allah memandang pilihan tersebut tidak baik baginya).

Sesudah melakukan istikharah, sebaiknya seseorang langsung bergegas menunaikan pilihannya sambil ‘memasrahkan diri’ kepada Allah. Adapun jika seseorang mendapatkan mimpi yang benar, yang memberikan isyarat bahwa pilihannya itu benar, maka itu adalah karunia dan petunjuk yang datang dari Allah. Namun jika ia tidak mendapatkan mimpi, tidak selayaknya ia urung menunaikan pilihannya dengan alasan menunggu mimpi.
Dalam kaitannya dengan menikah, seusai meminang, shalat Istikharah dilakukan untuk meminta ditetapkannya pilihan kepada calon yang baik, bukan untuk memutuskan jadi atau tidaknya menikah. Karena, asal dari pernikahan adalah dianjurkan.

Tidak ada satu keterangan pun yang menjelaskan bahwa hasil dari shalat istikharah berupa sebuah mimpi. Sejumlah ulama di antaranya Imam An-Nawawi menyatakan bahwa pilihan akan diberikan kepada orang yang melaksanakan shalat tersebut adalah dengan dibukakan hatinya untuk menerima atau melakukan suatu hal. Tetapi pendapat ini ditentang oleh sejumlah ulama di antaranya Al-’Iz ibn Abdis-Salam, Al-’Iraqi dan Ibnu Hajar. Bahwasanya orang yang telah melaksanakan shalat istikharah hendaklah melaksanakan apa yang telah diazamkannya, baik hatinya menjadi terbuka maupun tidak.

Ibnu Az-Zamlakani berkata bahwa bila seseorang melaksanakan shalat istikharah dua rakaat karena sesuatu hal, maka hendaklah ia mengerjakan apa yang memungkinkan baginya, baik hatinya menjadi terbuka untuk melakukannya atau tidak. Karena sesungguhnya kebaikan ada pada apa yang dia lakukan meskipun hatinya tidak menjadi terbuka. Beliau berpendapat demikian karena dalam hadits Jabir tidak dijelaskan adanya hal tersebut. Untuk lebih jelasnya masalah ini silahkan rujuk kitab Thabaqat Asy-Syafi’iyah oleh Ibnu As-Subki pada jilid 9 halaman 206.

Sedangkan hadis Anas bin Malik yang dijadikan landasan oleh Imam An-Nawawi didhaifkan oleh sejumlah ulama, sebagaimana disebutkan di dalam kitab penjelasan shahih Bukhari, yaitu kitab Fathul Bari jilid 11 halaman 187.

Shalat istikharah itu bukan shalat yang melepaskan diri kita dari segala bentuk pertimbangan manusiawi. Seolah-olah kita hanya memejamkan mata, biar Allah SWT saja yang memilihkan. Lalu hasil pilihan Allah SWT akan diwahyukan lewat mimpi. Tidak!! Tidak demikian.

Sebab mimpi itu bisa bersumber dari ilham, akan tetapi seringkali juga datang dari syetan. Dan seseorang tidak pernah bisa memastikan, dari mana datangnya mimpi itu. Maka pertimbangan nalar dan logika harus lebih didahulukan, sebagai Rasulullah SAW telah mengajarkannya.

Al-Imam An-Nawawi dalam kitabnya Al-Adzkar menyatakan hendaklah orang tersebut memilih sesuai dengan pilihan hatinya. Maksudnya, hatinya menjadi condong terhadap suatu pilihan setelah sholat.

Tetapi pendapat tersebut kurang disetujui oleh sejumlah ulama lainnya. Berhubung hadits yang menjadi rujukan dianggap hadits yang lemah secara periwayatan.
Indikator jawaban shalat istikharah, bila pilihan tersebut adalah pilihan yang terbaik, maka Allah akan memudahkannya bagi orang tersebut dan akan memberkahinya. Tetapi jika hal tersebut adalah sebaliknya maka Allah akan memalingkannya dan memudahkan orang tersebut kepada kebaikan dengan idzin-Nya. Demikian disebutkan dalam kitab Bughyatul Mutathowwi’ Fi Sholat At-Tathowwu’ halaman 105.

Sangat tidak patut dan kurang adab kepada Rabbul 'Alamin, apabila setelah mengerjakan istikharah, kita masih terus saja menunggu nunggu kemantapan hati dengan menunda nunda pekerjaan padahal kita telah menyerahkan pilihan dan ketentuannya kepada Rabbul 'alamin!

Pantaskah kita berada di dalam keraguan setelah kita menyerahkan pilihan dan ketentuannya kepada Allah Tabaaraka wa Ta'alaa??

Adapun yang biasa beredar dari mulut ke mulut di masyarakat - dan dikatakan oleh sebagian ulama seperti An Nawawi di kitabnya Al Adzkar - bahwa setelah shalat istikharah akan datang kemantapan hati, pada hakikatnya tidak ada asalnya, karena Nabi yang mulia shallallahu 'alaihi wa sallam di dalam hadits di atas tidak mensyaratkan kemantapan atau kesenangan hati. Demikian juga yang biasa beredar di masyarakat, bahwa setelah shalat istikharah akan datang mimpi yang menetapkan pilihannya, lebih tidak ada asalnya lagi dari Nabi yang mulia shallallahu 'alaihi wa sallam."

Tidak ada keterangan bahwa seeorang apabila sudah sholat akan bermimpi, melihat sesuatu, atau lapang dadanya. Ini semua adalah dusta belaka yang tidak berlandaskan dalil.
Mungkin itu dulu yang dapat saya sampaikan tentang petunjuk sholat istikhoroh semoga bermanfaat, dan mohon maaf bila dalam tulisan ini banyak sekali kekurangannya.
baca juga : tata cara sholat istikhoroh

fadilah atau keutamaan sholat tahajud

fadilah atau keutamaan sholat tahajud- sholat tahajud merupakan sholat jang jarang sekali orang bisa melaksanakan, karna waktunya ada pada malam hari dan sungguh bangun di malam hari itu sangat terasa berat kecuali bagi orang yang telah terbiasa untuk bangun dan menerjakan sholat tersebut. Tapi dibalik iu semua ada suatu fadilah yang tidak bisa dianggap enteng karena saking banyaknya fadilah pada solat tersebut. berikut akan saya paparkan tentang beberapa fadilah sholat tahajud.

Banyak hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan fadillah dan keutamaan sholat malam diantaranya :

Pertama : Sholat malam adalah ibadah yang biasa dikerjakan orang-orang sholeh, ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT, penghapus berbagai kesalahan dan pencegah dari perbuatan dosa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

"Hendaklah kalian sholat malam, karena sholat malam adalah kebiasaan yang dikerjakan orang-orang sholeh sebelum kalian, ia adalah ibadah yang mendekatkan diri kepada Rabb kalian, penghapus berbagai kesalahan dan pencegah perbuatan dosa." (HR. Tirmidzi)


Kedua : Sholat malam merupakan sholatnya para abraar (orang-orang yang banyak berbuat kebaikan), Nabi SAW jika mendoakan salah seorang diantara sahabat beliau berkata :

"Semoga Allah menjadikan atas kamu sholatnya orang-orang yang banyak berbakti, mereka sholat di malam hari dan berpuasa di siang hari, mereka tidak mempunyai dosa dan tidak pula melakukan kejahatan." (HR. Abd al-Humaid dan abd-Dhiyaa' al Maqdisi dan disahihkan oleh Syeikh al-Albani r.a [silsilah al-Ahadits ash-Shahiihah no : 1810])


Ketiga : Sholat malam adalah sholat yang disaksikan (masyhudah). Rasulullah SAW bersabda :

"Sesungguhnya dekat-dekatnya Allah kepada seorang hamba adalah di tengah malam, maka jika kamu mampu tergolong orang-orang yang mengingat Allah pada saat itu, jadilah." (HR. Ibnu Khuzaimah dalam "shahihnya" no : 1085)

Dari Amr bin Abasah r.a. berkata :

Aku berkata : Wahai Rasulullah, (bagian) dari malam manakah yang paling didengar (oleh Allah)? beliau bersabda : "Pertengahan malam yang terakhir, maka sholatlah sesukamu, karena sholat tersebut disaksikan dan dicatat hingga kamu sholat subuh." (HR. Abu Dawud)

Hadits Ali bin Abi Thalib r.a., Rasulullah SAW bersabda :


"Sesungguhnya seorang hamba bila bersiwak, lalu berdiri mengerjakan sholat, maka berdirilah seorang malaikat dibelakangnya lalu mendengarkan bacaannya dengan seksama kemudian dia mendekatinya - atau beliau mengucapkan kalimat seperti itu - hingga malaikat itu meletakkan mulutnya di atas mulutmu, maka tidaklah keluar dari mulutnya bacaan Al-Qur'an itu melainkan langsung ke perut malaikay, oleh sebab itu bersihkanlah mulut-mulut kalian untuk membaca Al-Qur'an."


Keempat : Sholat malam salah satu amal yang menyebabkan pelakunya masuk surga berdasarkan sabda Nabi SAW :

"Wahai manusia! Sebarkanlah salam, berilah makan dan sholatlah di malam hari ketika manusia sedang tidur lelap, niscaya kamu masuk surga dengan penuh kedamaian." (HR. Ibnu Majah)


Kelima : Orang yang bangun dari tidurnya untuk mengerjakan sholat niscaya akan terlepas dari ikatan setan, dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda :
"Setan mengikat tiga ikatan pada bagian belakang kepala salah seorang di antara kamu ketika tidur, dia mengencangkan setiap ikatan itu (seraya berkata) malam yang panjang bagimu, maka tidurlah! jika ia bangun lalu mengingat Allah, terlepaslah satu ikatan, jika ia berwudhu maka terbukalah satu ikatan lagi, dan jika ia sholat terbukalah sata ikatan lagi, lalu ia menjadi semangat lagi veria dan jika tidak, jiwanya menjadi jelek lagi malas." (HR. Bukhari)

Keenam : Sholat malam sebagai sebab rahmat dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, berdasarkan hadits Rasulullah SAW :

"Allah merahmati seorang suami yang bangun dimalam hari lalu dia sholat dan membangunkan isterinya, jika sang istri enggan, ia percikkan air ke wajahnya dan Allah merahmati seorang istri yang bangun di malam hari lalu dia sholat dan membangunkan suaminya jika suaminya enggan, dia percikkan air pada wajahnya." (HR. Abu Dawud)

Hadits ini sebagai anjuran untuk membangunkan isteri/keluarga agar mengerjakan sholat malam.

Ketujuh : Orang yang mengerjakan sholat malam memperoleh cinta Allah, dari Abu Darda' r.a. berkata Nabi SAW bersabda :

"Tiga golongan yang Allah mencintai dan tertawa kepada mereka serta memberi mereka berita gembira; orang yang manakala ada sekelompok pasukan terbuka peluang perang, dia berperang di belakang barisan pasukan itu dengan dirinya karena Allah SWT, (dia diantara satu dari dua pilihan) terbunuh atau dimenengkan oleh Allah SWT dan dicukupinya, maka Dia berkata : "Lihatlah kepada hamba-Ku ini, bagaimana ia bersabar dengan dirinya karena Aku. Orang yang mempunyai isteri yang cantik dan kasur yang lembut lagi bagus, lalu dia bangun sholat di malam hari, maka Allah berkata : Dia meninggalkan syahwatnya dan mengingat Aku, sekiranya dia mau tentunya dia tidur dan orang yang mana bila dia berada dalam perjalanan bersama para musafir yang bergadang lalu tidur maka dia bangun sholat di akhir malam baik dalam kondisi tidak senang atau senang." (HR. Thabrani)


Delapan : Sholat malam memasukkan seorang hamba tergolong orang-orang yang banyak berdzikir mengingat Allah, berdasarkan hadits Abu Hurairah dan Abu Sa'id al-Khudri r.a., Rasulullah SAW bersabda :

"Apabila seorang suami membangunkan isterinya di malam hari lalu mereka sholat berjama'ah dua raka'at niscaya mereka dicatat tergolong orang-orang yang banyak mengingat (Allah)." (HR. Abu Dawud)

Sedangkan orang yang banyak berdzikir mengingat Allah, akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar di sisi-Nya. Allah SWT berfirman :

"Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." (Al-Ahzaab : 35)


Sembilan : Orang-orang yang paling mulia di antara umat ini, mereka yang senantiasa mengerjakan sholat di malam hari, Abdullah bin Abbas r.a. meriwayatkan dari Rasulullah SAW beliau bersabda :

"Orang-orang yang paling mulia dari umatku adalah para pembawa Al-Qur'an dan orang-orang yang senantiasa sholat di malam hari." (HR. Ibnu Abid Dun-ya dan al-Baihaqi)

Dalam hadits Sahl bin Sa'ad dia berkata :

"Jibril pernah datang kepada Nabi SAW lalu berkata : "wahai Muhammad! hiduplah sesukamu, sesungguhnya engkau akan mati, berbuatlah sekenhendakmu sesungguhnya engkau akan dibalas dengannya dan cintailah siapa saja yang engkau sukai, sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya, ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mu'min adalah (dengan) sholat malam dan kehormatan/keperkasaan manakala tidak tergantung kepada manusia." (HR. Thabrani)


Sepuluh : Sholat malam sholat yang paling afdhol setelah sholat lima waktu, berdasarkan hadits Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda :

"Puasa yang paling afshol setelah puasa ramadhan adalah di bulan Muharram dan sholat yang paling afdhol setelah sholat wajib adalah sholat malam." (HR. Muslim)

Dan Riwayat yang lain beliau bersabda :

"Sholat yang paling afdhol setelah sholat wajib adalah sholat di tengah malam." (HR. Muslim)


Sebelas : Orang-orang yang senantiasa sholat malam memiliki surga yang khusus untuk mereka. Dari Abdullah bin Umar dari Nabi SAW bersabda :

"Sesungguhnya di surga ada sebuah ruangan yang mana bagian luarnya dapat dilihat dari dalmnya dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luarnya, Allah menyiapkannya untuk orang yang memberikan makan, melembutkan tutur kata, senantiasa mengikuti sholat dan sholat di malam hari ketika manusia sedang tidur lelap." (HR. Thabrani)

Pada redaksi yang lain berbunyi :

"Sesungguhnya di surga itu ada sebuah ruangan yang mana bagian luarnya dapat dilihat dari dalmnya dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luarnya", maka Abu Malik al-Asy'ariy bertanya : "untuk siapakah ruangan itu, wahai Rasulullah? "beliau bersabda : "Untuk orang yang baik pembicaraannya, yang memberikan makan dan sholat di malam hari ketika manusia sedang tidur." (HR. Thabrani)


Dua Belas : Setiap malam ada dua saat, jika seorang hamba berdo'a pada saat tersebut niscaya do'anya terkabul, berdasarkan hadits jabir bin Abdullah r.a. beliau berkata aku mendengar Nabi SAW bersabda :

"Sesungguhnya pada malam hari ada dua saat, tidaklah seorang muslim memohon kepada Allah kebaikan dari urusan dunia dan akhirat bertepatan dengan saat tersebut, melainkan Dia memberikan permohonan dan hal tersebut pada setiap malam." (HR. Muslim)

Tiga Belas : Abdullah bin Mas'ud berkata :

"Sesungguhnya Allah tertawa kepada dua orang, seorang yang bangun meninggalkan kasur dan selimutnya di malam yang dingin, lalu ia berwudhu kemudian is sholat, maka Allah SWT berkata kepada para malaikat-Nya : "Apa yang mendorong hamba-Ku ini berbuat demikian? Mereka menuturkan : "(Karena) mengharapkan apa yang ada di sisi-Mu dan takut dari apa yang ada di sisi-Mu", maka Allah-pun berkata : "Sesungguhnya Aku telah memberikan apa yang diharapkannya dan mengamankannya dari apa yang ditakutinya." (HR. ath-Thabrani)


Empat Belas : Orang yang berniat akan bangun di malam hari untuk melaksanakan sholat malam, lalu tertidur maka dicatat baginya pahala sholat malam, dari Abu Darda r.a. berkata, Nabi SAW bersabda :

"Barang siapa mendatangi kasurnya dengan niat akan bangun untuk sholat di tengah malam, kemudian dia tertidur hingga pagi hari, niscaya dicatat baginya niatnya, dan tidurnya sebagai sedekah dari Rabb-nya." (HSR Nasaa'i, Ibn Majah, Ibn Khuzaimah)


Demikianlah 14 keutamaan dari sholat malam, mudah-mudahan kita akan dapat selalu menjaga sholat malam kita.semoga Alloh selalu memberikan rahmat dan hidayahnya dan semoga kita diberikan istikomah dalam menjalankannya. Aamiin
baca juga  tata cara sholat istikhoroh